1.Surat Al-Fatihah


1.Surat Al-Fatihah
(Bentuk Pembuka)
Surat ke-1, 7 Ayat

Karakter nama Allah Ar-Rahmaanir Rahiim.(1.1)
Semua hamdu kepunyaan Allah, Rabbil Aalamiin. (1.2)
Ar-Rahmaanir Rahiim. (1.3)
Yang Memiliki Hari Peraturan. (1.4)

Hanya kepada Engkau kami menyembah dan hanya kepada Engkau kami mohon pertolongan. (1.5)
Kenalkanlah kepada kami Jalan Yang Lurus. (1.6)
Jalan orang-orang  yang Engkau telah beri jasa atas mereka,
Bukan yang dimarahi atas mereka Dan tidak yang lupa.(1-7)











Madinah, Selasa, 4-3-2014,
Catatan Kecil Surat Al-Fatihah:
Apa belum mereka melihat kepada burung-burung di atas mereka, berbaris dan menyempit, tidak ada yang menahan mereka melainkan Ar-Rahman. Sesungguhnya Dia melihat karakter tiap sesuatu.(67.19)
Fenonmena Burung Bershof dan Menyempit ini dapat dilihat pada foto ini, burung-burung itu membuat gambar-gambar yang berubah.
(G-1,  Burung terbang bershof membentuk gambar seperti kepala Gurita)
(G-2,  Burung terbang bershof membentuk gambar seperti kepala Gurita, mereka tidak hanya bershof, tetapi juga menyempit sehingga dapat mengubah gambar. Kepala Guritanya sekarang sudah memanjang)

(G-3,  Burung terbang bershof membentuk gambar seperti kepala Gurita, mereka tidak hanya bershof, tetapi juga menyempit)
Apa tidak mereka  lihat kepada burung-burung di atas mereka BERSHOF dan Menyempit, tidak ada yang menahan mereka melainkan Ar-Rahman ? Sesungguhnya Dia melihat karakter tiap sesuatu (67.19)
Dan Allah menyempitkan dan mengulur(rizki), dan kepada-Nya kamu akan kembali.(2.245)
Fenomena bershof dan menyempit itu adalah masalah pengaturan yang rumit. Di ayat inilah dikamuskan kata Ar-Rahmaan = Pengatur
Mengapa bisa terjadi demikian ?. Orang dulu untuk memahami kata Ar-Rahman, mereka melihat ke akar kata. Padahal Allah menyuruh melihat ke Burung.
Dan  tidak mereka datangkan kepadamu perumpamaan, melainkan kami datangkan kepadamu Al-Haqq dan setepat-tepat Tafsir  (25.33)

Tidak dia melainkan nama-nama yang kamu dan bapak-bapak kamu namakan, tidak Allah turunkan dia dari Alasan, tidak kamu ikuti melainkan sangkaan dan apa yang diingini oleh diri-diri kamu, dan sungguh telah datang kepada mereka dari Pemelihara mereka pengenalan (53.23)

Hari yang berdiri Ruuh dan Malaikat bersof-shof, tidak mereka berkata-kata melainkan siapa yang diizinkan dia oleh Ar-Rahman, dan mereka berkata benar (78.38)
Terlihat sekali lagi Ar-Rahman dihubungkan dengan Shof. Sebab itu perlu ada surat Ash-Shof, yaitu surat ke 61 pada Alqur’an.
Ada buku yang namanya Fath Ar-Rahman yang maknanya Pembuka Secara Teratur.
(FATH AL-RAHMAN, Kitab Pencari Surat dan Nomor Ayat dalam Alquran)



Karena buku ini disusun secara teratur sehingga dengan mudah mencari nomor ayat dalam Alqur’an. Sebuah kata diletakkan di ayat berapa saja dapat dicari di dalam buku ini. Terlihat kata Rahman di sini maknanya Keteraturan.
Itu sebab pada ayat ini Ar-Rahman dihubungkan dengan yang beres.
Engkau tidak dapat lihat pada ciptaan Ar-Rahman itu hal yang tidak BERES (67.3)
Jadi Ar-Rahman itu dihubungkan dengan Yang Beres. Sebagai ’Abdur Rahman, kita bekerja dengan Beres. Maka Nabi Ibrahim pun mengatakan kepada bapaknya
“Hai bapakku,aku takut mengenai kamu azab dari Ar-Rahman,maka jangan engkau jadikan setan sebagai kawan”. (19.45)
Kalau dalam pikiran Nabi Ibrahim bahwa makna Ar-Rahman itu = Pemurah atau Penyayang, ia tidak akan pakai nama ini pada ucapannya ini.
Kalau ada persamaan X + Y = a, lalu ditanya kepada anda berapa harga X, anda boleh katakan “Tidak tahu”. Tetapi kalau ada persamaan kedua 8+Y = a, kemudian ditanya kepada anda berapa harga X, dan anda juga mengatakan tidak tahu, berarti IQ anda di bawah rata-rata.
Coba perhatikan dua ayat kembar berikut ini yang melihatkan Ar-Rahman = Mengatur Urusan :
Kemudian Dia istawa atas ‘Arsy Mengatur Urusan (10.3)
Aya ini melihatkan bahwa setelah ISTAWA adalah MENGATUR, dan itu adalah Ar-Rahman :
Kemudian Dia istawa atas ‘Arsy selaku Ar-Rahman (25.59)
Dua ayat kembar ini membuktikan bahwa Ar-Rahmaan maknanya Maha Pengatur.

Ar-Rahiim itu maknanya Yang Maha Teliti, Contoh buktinya  nomor Basmalah pada Surat ke-1 ini, adalah di ayat ke-1, tidak di ayat ke-0. Ketelitian itu terlihat pada bilangan panjang yang habis dibagi 7 ini:

72862001761201652067512910912311143529912811111098135112781186477227938869603430735445831828875855453895937353829184560496255789629222413141111181212305252442828205640315040464229193625221719263020152111881958811118395473635456 : 7 =
10408857394457378866787558701758734789987544444442590730397312353889705552800490105063690261267979350556562479118454937213750827089888916163015883030329321777546886520045005780604170517888817037574307444554565544445485067662208

Kalau dimasukkan variable nomor suratnya ia juga habis dibagi 7 dengan surat Alfatihah pindah ke belakang.
22863200417651206165720687591291010911123121111343145215991612817111181101998201352111222782311824642577262272793288829693060313432303373345435453683371823888397540854154425343894459453746354738482949185045516052495362545555785696572958225924601361146211631164186512661267306852695270447128722873207456754076317750784079468042812982198336842585228617871988268930902091159221931194895896199759889981001110111102810331049105510641077108310961103111511241135114617 : 7 =
3266171488235886595102955370184430130160445873049020745141658973873025871714028764587317540330260663225323181827612689956151473347471910477919350526195974841199648693450632191984922779106622105497564169292216578927908935079397956653279746560657337306601661594883787523038186693242181492446960410458208107725188250112011352577544711742619548940746945410284038418700298737031704456413699457108555711571587158728972904435586501520153872615851586158787320162159231
Itu contoh bentuk suatu ketelitian pada Alqur’an. Maka pada awal surat ke-41 dikatakan :
{Ha Mim}.(41.1)
Diturunkan dari Pengatur Yang Maha Teliti .(41.2)
Tulisan yang dijelaskan ayat-ayatnya Bacaan Bahasa Asli untuk kaum yang mengetahui.(41.3)

Karena setiap ayat harus memiliki kode, maka yang perlu dicermati ialah penetapan nomor dari Basmalah Pembuka pada setiap surat (kecuali surat ke-9) Pada surat ke-2 misalnya, ia berada di sebelum ayat ke-1. Jadi nomor dari Basmalah pembuka di surat ke-2 adalah Nol, sehingga nomor kode dari koordinat Basmalah Pembuka pada surat ke-2 adalah 20. Pada surat ke-3 adalah 30, pada surat ke-4 adalah 40 dan seterusnya. Pada surat ke-1, Basmalah Pembukanya di ayat 1, sehingga kodenya adalah 11. Hal ini dibuktikan oleh deretan 6 surat berikut , surat ke-110, kode basmalah pembukanya 1100, dan surat ke-111 kode BSMnya 1110, dan surat ke-112 1120, dan surat ke-113 1130 dan surat ke-114 1140, dan surat ke-1 11. Enam kode Basmalah pembuka pada 6 surat ini jika dideret habis dibagi 7. Ini bukti bahwa kode 11 adalah untuk surat ke-1 itu adalah benar.
Jadi penulisan Basmalah pembuka itu seperti ini:
Ada titik sebagai angka nol. Dan pada Surat Alfatihah seperti ini penulisannya:

Dengan kata dan penelitian di alam, Ar-Rahiim itu dikamuskan pada Rahim ibu itu sendiri sebagai tempat yang sangat teliti. Dan proses penyembuhan yang memerlukan ketelitian, yang oleh Nabi Ayyub dihubungkan dengan Ar-Hamur-Raahimin. Tidak semua ketelitian dapat kita buktikan kalau ketelitian itu di atas ketelitian kita. Sebab itu ummat terdahulu tidak menghargai ketelitian, karena mereka tidak teliti. Mereka hanya mengetahui tengah-tengah Alqur’an.

AR-RAHIIM = Yang Maha Teliti
Ar-Rahiim, dikamuskan pada data (3.6) yang memakai kata Arhaam yang berarti tempat-tempat yang teliti.
Dia Yang membentuk kamu di dalam tempat-tempat yang teliti sebagaimana yang Dia kehendaki, tidak ada Yang Dita’ati melainkan Dia Penakluk Yang Bijaksana (3.6)
Kamus kedua tentang Ar-Rahiim ini ialah Nabi Ayyub as yang  sakit. Kemudian dalam do’anya ia menghubungkan perkataan Ar-Hamur-Raahimin dengan Proses Penyembuhan. Seperti kita tahu proses penyembuhan berhubungan erat dengan masalah ketelitian.
Dan Ayyub ketika menyeru Rabb-nya: “Sesungguhnya aku disentuh sakit, dan Engkau Arhamur-raahimiin” (21.83)
Bagaimana memahami  bahwa proses penyembuhan itu penuh dengan ketelitian?.
Ambil contoh Bakteri dan Virus. Bakteri panjangnya 0,5 - 0,3 micron, (1 micron = 1/1000 mm). Jika penyebab sakit itu adalah bakteri, maka tentara Allah yang memerangi bakteri itu harus sekecil itu juga. Ini yang dikatakan oleh Nabi Ibrahim As bahwa anti body di dalam tubuh kita itu sebenarnya dari kekuasaan Allah.
Dan ketika aku sakit, maka Dia menyembuhkan aku (26,80)
Jika penyebab penyakit itu adalah Virus, maka virus besarnya 20-300 mili-micron, ( 1 micron = 1/1000 mili-micron). Jadi kalau ada tentara Allah di dalam tubuh kita yang memerangi virus, ia juga sekecil itu. Hal itu membuktikan bahwa proses penyembuhan itu adalah penuh dengan Ketelitian.
Rahiim sendiri sebagai tempat yang teliti, ia menseleksi 1 spermatozoa dari 300 juta spermatozoa yang datang tepat waktu dalam perioda tiap 28 hari dan tenggang waktu yang kecil. Dari satu yang beruntung itu ia diseleksi lagi kemampuannya. Bahwa dari 6 embrio, hanya satu yang dapat diterima sebagai mahasiswa di universitas Arham ini. Itu misi para Ibu dan Misi Nabi Ayyub untuk mengkamuskan makna kata Ar-Rahiim.
Nabi Nuh As, sulit sekali menemukan orang beriman pada zamannya, seperti terlihat pada ucapannya :


(Nuh) berkata: “Rabbi, sesungguhnya aku seru kaum-ku malam dan siang “ (71.5)
Sehingga sedikit sekali yang beriman dan hal itu sudah diteliti satu-persatu, siapa saja yang akan jadi penumpang Kapal.
Dan diwahyukan kepada Nuh: “Tidak akan beriman dari antara kaum-mu melainkan siapa yang sudah beriman, oleh karena itu jangan engkau berdukacita tentang apa yang mereka kerjakan (11.36)
Terlihat pada ayat ini bahwa orang yang akan diselamatkan sudah diteliti, sebab itu kemudian Nabi Nuh As berkata :
Ia berkata : “Hari ini tidak ada yang dapat lepas dari urusan Allah kecuali siapa yang sudah diteliti “ (11.44)
Waduud = Penyayang
Adapun Penyayang adalah Waduud, seperti ayat berikut :
Dan Dia Pengampun Penyayang (85.14)
Sesungguhnya Rabbi-ku Rahiimun-Waduud (11.90)
Maknanya Maha Teliti Maha Penyayang.
RA-UUF = PENGASIH
Sedangkan Pengasih dari kata Ra-uuf, seperti dikamuskan pada ayat berikut :
Dan dari manusia ada orang yang mengorbankan dirinya untuk mencari keridhaan Allah, sesungguhnya Allah Pengasih kepada hamba-hamba.(2.207)
Dan mereka pikul beban-beban kamu ke suatu negeri yang kamu tidak bisa sampai kepadanya melainkan dengan menyusahkan diri. Sesungguhnya Rabb kamu Sungguh Ra-uufur-Rahiim (16.7)
Maknanya Yang Maha Pengasih Maha Teliti.
Rahasia Nama Allah Pengatur Yang Maha Teliti (1.1)

Dan  tidak mereka datangkan kepadamu perumpamaan, melainkan kami datangkan kepadamu Al-Haqq dan setepat-tepat Tafsir  (25.33)
Tidak dia melainkan nama-nama yang kamu dan bapak-bapak kamu namakan, tidak Allah turunkan dia dari Alasan, tidak kamu ikuti melainkan sangkaan dan apa yang diingini oleh diri-diri kamu, dan sungguh telah datang kepada mereka dari Pemelihara mereka pengenalan (53.23)
Walau dia sebuah Kalimat yang pendek, tetapi perubahan makna dan pembuktian perubahan maknanya akan berakibat besar bagi generasi yang akan datang.
Karakter nama Allah Pengatur Yang Maha Teliti (1.1)

Anak-anak yang akan datang terhadap kalimat ini akan berkata sesama mereka ”Sudah kamu atur dengan baik, sudah kamu teliti terlebih dahulu ?”. sebelum mereka memulai suatu pekerjaan.

Madinah, Selasa, 4-3-2014.  

Komentar

Daftar Isi